12 April 2011
16 Maret 2011
Video Detik-Detik Ledakan Bom
kami segenap Pengurus Pastra sangat mengutuk keras Atas pengirim Bom Tersebut!!!!!
11 Maret 2011
KENANG-KENANGAN DARI SENIOR
Waktu adalah sebuah hitungan yang selalu berganti
Waktu juga bisa memisahkan kita dari seseorang yang kita kasihi
tapi waktu jualah yang bisa mempertemukan kita
dengan seseorang yang kita belum sadari dalam hidup kita
kadang waktu itu mempermainkan kita
setiap waktu bisa merubah nasib seseorang
waktu bagaikan roda-roda yang berputar
kadnng kita di atas dan kadang pula kita berada di bawah
ingatlah sekejam nya waktu dan sebaiknya waktu pada kita,
Waktu adalah ciptaan ALLAH yang Maha Kuasa
yang selalu mengingatkan kita pada akhir yang belum tahu kapan waktunya
berubah lah engkau sebelum waktu yang merubahmu seenaknya.
"JANGAN PERNAH BANAGGA DENGAN KEJAYAAN MASALALU
KARENA WAKTU DAN KEADAAN NYA SUDAH BERBEDA"
Happy Birthday Pastra Yang Ke-6


-
18 September 2010
Lomba PBB Se-INDONESIA
heey hey hey da kabar gembira nie bagi kalian yang gemar atau pencari kabar tentang lomba ni ada event bagus banget nie Nama nya Lomba AKBAR (AKSI BARIS BERBARIS TERBUKA) Lomba nie di adakan Di kota Padalarangan Bandung pada tanggal 30-31 Oktober 2010 Di Buka Utuk SMP Sederajat dan SMA/SMK Sederajat di seluruh Indonesia dan pesertanya terbatas loch di buka hanya 150 pleton SMK/SMA sederajat Dan 150 Pleton SLTP/Se-derajat jadi nyesel dwh kalo ga ikut kalo di liat dari namanya N Undangan nya c Keren banget tuh,, ini kayanya ajang bergengsi banget bayangin aja event ni di selenggarakan untuk seluruh indonesia gimana ga rame tuh,,,, kalo berminat silahkan aja buka link di bawah ini
http://akbaropencup.wordpress.com
Read More......
09 April 2010
JIWA PASKIBRA
Paskibra menjalankan tugas untuk mengibarkan bendera merah putih dan jiwa yang harus tertanam didalam hati anggota paskibra adalah jiwa merah putih. Bendera merah-putih melambangkan keberanian dan kesucian, ketika dibelai angin yang bertiup kencang, sang merah putih berkibar gagah, tegar dan tidak goyah, sedang pada waktu angin sepoi-sepoi, tampaklah sang merah putih berkibar dengan penuh kelembutan dan memancarkan sinar keagungan yang penuh kharisma. Jiwa seorang Paskibra harus tegar, positip, pantang menyerah dan tidak putus asa ketika mengalami dan menghadapi kesulitan dan selalu dibekali hati nan lembut serta penuh dengan kasih sayang”. Darah dalam tubuh manusia berwarna merah dan putih serta mengalirkan kehidupan jasmani dan rohani. Dengan tekun dan sabar darah merah mengangkut makanan keseluruh tubuh untuk memberi tenaga dan darah putih dengan sikap pantang menyerah penuh nilai kepahlawanan akan mencegah semua penyakit yang akan menggerogoti tubuh kita. Jiwa merah putih adalah suatu bentuk cinta kasih yang akan menumbuhkan suatu rasa pengabdian kepada ibu pertiwi, karena ibu pertiwi sudah memberikan susu dan madunya bagi umat manusia Indonesia agar dapat hidup gemah ripah loh jinawi yaitu suatu kemakmuran bagi setiap manusia yang hidup diatasnya.
Jiwa merah putih adalah jiwa yang penuh kasih dan pengabdian, seperti seorang ibu yang memberikan susunya dengan rela dan penuh cinta kasih kepada anaknya. Demikian juga ibu pertiwi yang tidak pernah lelah dan menggerutu memberikan madu dan segala isinya untuk kehidupan manusia Indonesia. Paskibra yang berjiwa merah putih harus mau dan berani meniru bumi Pertiwi yaitu rela berkorban dengan penuh cinta kasih untuk sesama dan semua mahluk ciptaan Nya. Bumi pertiwi yang selalu dinjak-injak, diludahi, disakiti, dicerca, dikhianati dan tidak pernah diperhatikan, masih selalu tersenyum dan dengan penuh suka cita memberikan buah, susu dan madunya untuk manusia. Bumi pertiwi dengan penuh cinta kasih selalu memberi dan memberi tanpa mengharapkan pujian, imbalan. Matahari dari waktu kewaktu selalu bersinar dan tersenyum serta menyapa dengan lembut dari pagi sampai sore, dan waktu malam hari dengan dibantu bulan tetap menyinarkan cahayanya ke dunia ini. Disawah kunang-kunang menerangi kegelapan dengan keindahan sinarnya yang elok tanpa pernah merasakan pujian dari umat manusia, demikian juga lilin lilin kecil yang menerangi tempat disekitarnya dengan ihklas walau tubuhnya terbakar demi memberikan terang disekitarnya. Paskibra sebagai Pandu Ibu Pertiwi yang berjiwa merah putih haru sbisa memberikan cahaya terang dilingkungan sekitarnya dan selalu bersikap kesatria. Sikap dan tingkah lakunya lemah lembut namun mengandung ketegasan. Nada bicara dan candanya selalu melihat situasi dan kondisi sekelilingnya (empan papan). Sebagai tanda cinta cita rasa manusia beradab dan berbudaya tinggi, dari hati sanubarinya yang paling dalam selalu terungkap ucapan “salomkasih” (salam, tolong, maaf, terimakasih). Seorang paskibra yang penuh cinta kasih akan selalu berpikir positip dan berani untuk menyapa, dia akan selalu menyapa terlebih dahulu dan tidak akan menunggu untuk disapa oleh semua orang yang ditemuinya, baik orang tua, kakak, adik, saudara-saudaranya, atasan, bawahan dan teman-teman yang lain. Dengan penuh kasih sayang dia akan bersuka cita menyapa dan menunjukkan empati kepada semua orang, perhatian penuh kasih sayang akan tercermin dalam tingkah laku, sikap dan perbuatannya, tutur katanya lembut, suaranya memancarkan suka cita suara hati yang yang bahagia, senyum tulus akan menghiasi bibir dan hatinya sehingga saat berbicara akan terdengar nada yang sangat ramah tanpa kesan dibuat-buat. Saat bertemu ia akan mengucapkan “salam”, salam tersebut dapat berupa ucapan : assalamu’alaikum, selamat pagi, siang atau malam, apa kabar dan sebagainya dengan nada suka cita dan ketulusan. Ucapan salam bisa diteruskan dengan suatu uluran tangan untuk berjabat tangan,. Jabat tangan kepada orang yang kita beri salam dengan penuh kehangatan dan kasih sayang akan mengalirkan kebahagiaan dan kedamaian bagi semua orang yang kita beri salam. Apabila menginginkan atau meminta sesuatu dari orang lain maka dengan ketulusan hati dan suara yang penuh senyum secara otomatis terucap kata kata “tolong”. Permintaan tolong adalah suatu sikap kerendahan hati karena akan memohon suatu bantuan karena akan dan telah mengganggu serta merepotkan tetapi akan terdengar sangat sopan oleh orang yang dimintai tolong dan pasti dengan penuh suka cita akan menolong kita. Ucapkanlah permohonan “maaf” atas segala tingkah laku, sikap, perbuatan kita yang mungkin secara tidak sengaja membuat orang lain menjadi tidak nyaman baik secara phisik maupun kejiwaan. Seorang yang mampu mengucapakan permintaan maaf adalah seorang yang mempunyai jiwa besar, rendah hati dan bisa menghormati orang lain. Rendah hati adalah suatu sikap untuk menghargai sesama dengan berani mengakui dan memuji kelebihan sesama sehingga kita juga bisa mensyukuri kelebihan yang dianugerahkan kepada kita. Dengan kerendahan hati, kita menjadi terbuka dan selalu bersyukur sehingga dapat menyinari lingkungan dimana kita berada dan berani mengucapkan permohonan maaf dengan spontan tanpa suatu keraguan jika kita berbuat suatu kesalahan atau mungkin dianggap salah oleh orang lain. Permohonan maaf bukan berarti kita pasti berbuat salah, akan tetapi itulah tanda kebesaran dari jiwa paskibra. Ucapkanlah “terima kasih” atas segala kebaikan yang sudah diterima karena dalam ucapan terima kasih terkandung suatu pujian syukur kepada Nya karena cinta kasih yang telah diberikan Nya melalui orang lain yang sudah kita terima. Ucapkan terima kasih dengan tulus, santun dan spontan serta keluar dari nurani yang paling dalam. Disertai anggukan kepala, senyum dan tatapan mata yang tulus akan memancarkan pesona yang membuat orang lain tertarik untuk mengikuti suri tauladannya. Read More......
20 Maret 2010
Tips Menghadapi Ujian Nasional
UAN atau Ujian Akhir Nasional siap diselenggarakan kurang dari 48 jam lagi para senior harus berjuang. Sudah siapkah Akang, Teteh ???
Berikut ini ada beberapa tips dari Junior mu untuk menghadapi UAN yang sebentar lagi:
- Inti dari apa yang kita
lakukan adalah niat. Siapkan niat Akang Teteh baik-baik untuk
menghadapi ujian. dan niatkan untuk lulus ujian. Yakinkan dan
niatkan bahwa Akang Teteh bisa, sukses, lulus!!. karena dengan niat akan
menguatkan mental Akang Teteh, keyakinan Akang Teteh dan kepercayaan Akang Teteh, kalau
mentalnya sudah siap, tubuh pun akan mengikuti keyakinan dan kekuatan
mental.
- Berdoa.
berdoa adalah salah satu yang utama. dengan do’a Akang Teteh bisa mendapatkan
kekuatan.
- Mohon do’a restu orang tua, terutama ibu, bapa. juga
restu dari bapak-ibu guru.
- Jangan belajar mulai dari Besok!! ujian
tinggal beberapa jam lagi, jangan penuhi lagi otak Akang Teteh dengan hapalan2
rumus2, hapalan grammar, dll. para Akang Teteh pasti sudah mempersiapkan kan
semua pelajaran mulai dari sebulan yg lalu, setahun yang lalu, bahkan dari
3 tahun yg lalu? sudah cukup, Kalo Mau Sekarang Akang Teteh Coba Mengerjakan Contoh -Contoh soal latihan, jangan belajar untuk UAN mulai dari besok. jalan2 lah mencari ketenangan, suasana yang tenang untuk
mengistirahatkan otak, boleh main2 kemana, tapi ya jangan kecapean… bisa
barabe nanti pas UN nya.
- tak lupa persiapakan alat2 tulis, dan segala perlengkapan dengan baik
17 Maret 2010
HADIAH ULANG TAHUN
Pada tanggal 06-maret-2010 Tim inti PASTRA menjadi salah satu peserta perlombaan tingkat KOTA BEKASI yang di selenggarakan oleh Purna Paskibraka Indonesia Kota Bekasi (PPI KOTA BEKASI) Yang di hadiri kurang lebih 40 Pleton SMA/SMK Sederajat dan 40 Pleton SMP/MTS sederajat yang di selenggarakan di Bekasi Cyber Park dan sangat kebetulan sekali kami Tim inti PASTRA Yang berinduk Di SMK Binakarya Mandiri 2 Kota bekasi mendapatkan Nomor Peserta 2 dan ternyata benar saja itu adalah sebuah keberuntungan bagi kami setelah tim inti pastra tampil dan menunggu berjam-jam akhirnya tiba juga saat-saat yang di tunggu-tunggu oleh semua peserta ya itu pengumuman hasil perlombaan pada saat itu suasana sangat hening dan di iringi oleh hujan rintik-rintik, tetapi wallaupun hujan semua peserta masih terlihat semangat karena ini lah saat-saat yang mereka tunggu dan panitia mulai mempersiapkan upacara penutupan sekaligus pengumuman hasil nya dan pada saat pembacaan pemenang nya semua peserta pun hening dan di mulai dari juara kostum terbaik di menangkan oleh ...SMK.......,,semua peserta bertepuka tangan dan kemudian juara danton terbaik di menangkan oleh,,,,,SMA............, dan juara Fariasi &Vormasi terbaik di menang kan oleh peserta dengan no peserta 2 dari SMK BINAKARYA MANDIRI 2 KOTA BEKASI ,,,kemudian pada saat itu pula tim inti PASTRA Beserta para senior berkumpul dan hampir sebagian tim inti pastra meneteskan air mata,,,bagi kami ini adalah sebuah kado istimewa karena pada tanggal 11 MARET, PASTRA berulang tahun yang ke-5 dan kami sangat berterimakasih kepada seluruh anggota pastra terutama Tim Inti, dewan senior, Pak Ayung selaku kepala sekolah,Pak Kaman Selaku wakil Kepsek, Pak Subhan mansur selaku bapak PASTRA, Guru2 SMK Binakarya Mandiri 2 Kota Bekasi yang sudah meberi dukungan, kang wawan Kurniawan & kang dauz selaku Pelatih, kang Anto, kang Gunawan, kang Asep, dan kang Angga Selaku dewan Senior, senior angkatan 1,2,3,4, seluruh anggota PASTRA pokonya semuanya deh yang dah mau suport PASTRA semoga semua ini menjadi semangat PASTRA Untuk kedepan nya,dan semoga pastra menjadi yang terbaik, dan tetap berkarya sepanjang masa amin,,,,
Read More......
10 Maret 2010
SEJARAH SINGKAT KOTA BEKASI
Wilayah Bekasi tercatat sebagai daerah yang banyak memberi infirmasi tentang keberadaan Tatar Sunda pada masa lampau. Diantaranya dengan ditemukannya empat prasasti yang dikenal dengan nama Prasasti Kebantenan. Keempat prasasti ini merupakan keputusan (piteket) dari Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, Jayadewa 1482-1521 M) yang ditulis dalam
Sejarah Sebelum Tahun 1949
Kota Bekasi ternyata mempunyai sejarah yang sangat panjang dan penuh dinamika. Ini dapat dibuktikan perkembangannya dari jaman ke jaman, sejak jaman Hindia Belanda, pundudukan militer Jepang, perang kemerdekaan dan jaman Republik
Kondisi ini terus berlanjut sampai pendudukan militer Jepang. Pendudukan militer Jepang turut merubah kondisi masyarakat saat itu. Jepang melaksanakan Japanisasi di semua sektor kehidupan. Nama Batavia diganti dengan nama Jakarta. Regenschap Meester Cornelis menjadi KEN Jatinegara yang wilayahnya meliputi Gun Cikarang, Gun Kebayoran dan Gun Matraman.Setelah proklamasi kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, struktur pemerintahan kembali berubah, nama Ken menjadi Kabupaten, Gun menjadi Kewedanaan, Son menjadi Kecamatan dan Kun menjadi Desa/Kelurahan. Saat itu Ibu Kota Kabupaten Jatinegara selalu berubah-ubah, mula-mula di Tambun, lalu ke Cikarang, kemudian ke Bojong (Kedung Gede).
Pada waktu itu Bupati Kabupaten Jatinegara adalah Bapak Rubaya Suryanaatamirharja.Tidak lama setelah pendudukan Belanda, Kabupaten Jatinegara dihapus, kedudukannya dikembalikan seperti zaman Regenschap Meester Cornelis menjadi Kewedanaan. Kewedanaan Bekasi masuk kedalam wilayah Batavia En Omelanden. Batas Bulak Kapal ke Timur termasuk wilayah negara Pasundan di bawah Kabupaten Kerawang, sedangkan sebelah Barat Bulak Kapal termasuk wilayah negara Federal sesuai Staatsblad Van Nederlandsch Indie 1948 No. 178 Negara Pasundan.
Sejarah Tahun 1949 sampai Terbentuknya Kota Bekasi
Sejarah setelah tahun 1949, ditandai dengan aksi unjuk rasa sekitar 40.000 rakyat Bekasi pada tanggal 17 Februari 1950 di alum-alun Bekasi. Hadir pada acara tersebut Bapak Mu’min sebagai Residen Militer Daerah V. Inti dari unjuk rasa tersebut adalah penyampaian pernyataan sikap sebagai berikut :
Rakyat bekasi mengajukan usul kepada Pemerintah Pusat agar kabupaten Jatinegara diubah menjadi Kabupaten Bekasi. Rakyat Bekasi tetap berdiri di belakang Pemerintah Negara Kesatuan Republik
Dan berdasarkan UU Nomor 14 Tahun 1950 terbentuklah Kabupaten Bekasi, dengan wilayah terdiri dari 4 kewedanaan, 13 kecamatan (termasuk Kecamatan Cibarusah) dan 95 desa. Angka-angka tersebut secara simbolis diungkapkan dalam lambang Kabupaten Bekasi dengan motto "SWATANTRA WIBAWA MUKTI".
Pada tahun 1960 kantor Kabupaten Bekasi berpindah dari Jatinegara ke
Peresmian Kota Administratif Bekasi dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 20 April 1982, dengan walikota pertama dijabat oleh Bapak H. Soedjono (1982 – 1988). Tahun 1988 Walikota Bekasi dijabat oleh Bapak Drs. Andi Sukardi hingga tahun 1991 (1988 - 1991, kemudian diganti oleh Bapak Drs. H.
Pada Perkembangannya Kota Administratif Bekasi terus bergerak dengan cepat. Hal ini ditandai dengan pertumbuhan penduduk yang cukup tinggi dan roda perekonomian yang semakin bergairah. Sehingga status Kotif. Bekasi pun kembali di tingkatkan menjadi Kotamadya (sekarang "Kota") melalui Undang-undang Nomor 9 Tahun 1996 Menjabat Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bekasi saat itu adalah Bapak Drs. H. Khailani AR, selama satu tahun (1997-1998).
Selanjutnya berdasarkan hasil pemilihan terhitung mulai tanggal 23 Pebruari 1998 Walikotamadya Kepala Daerah Tingkat II Bekasi definitif dijabat oleh Bapak Drs. H Nonon Sonthanie (1998-2003). Setelah pemilihan umum berlangsung terpilihlah Walikota dan Wakil Walikota Bekasi yaitu : Akhmad Zurfaih dan Moechtar Muhammad (perode 2003 - 2008). Read More......
08 Desember 2009
ARTI LAMBANG KOTA BEKASI
1. Lambang Daerah berbentuk perisai dengan warna dasar hijau muda dan biru langit yang berarti harapan masa depan dan keluasan wawasan serta kejernihan pikiran
2. Sesanti "KOTA PATRIOT" artinya adalah semangat pengabdian dalam perjuangan bangsa. Didalam Lambang Daerah tersebut terdapat lukisan-lukisan yang merupakan unsur-unsur sebagai berikut:
a. Bambu runcing berujung lima yang berdiri tegak dengan kokoh mempunyai 2 (dua) makna yaitu:
- Melambangkan hubungan vertikal Makhluk dengan khaliknya (Manusia dan Tuhannya) yang mencerminkan masyarakat Bekasi yang religius
- Melambangkan semangat patriotisme rakyat Bekasi dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Bangsa dari Negara yang tidak mengenal menyerah sehingga Bekasi menyandang predikat sebagai Kota Patriot
b. Perisai pesegi lima melambangkan ketahanan fisik dan mental masyarakat Bekasi dalam menghadapi segala macam ancaman, gangguan, halangan dan tantangan yang datang darimanapun juga terhadap kelangsungan hidup Bangsa dan Negara republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila
c. Segi Empat melambangkan Prasasti Perjuangan Karawang Bekasi
d. Pilar Batas Wilayah
e. Padi dan Buah-buahan melambangkan jumlah Kecamatan dan Kelurahan/Desa pada saat membentuk Kotamadya Daerah Tingkat II Bekasi
- Buah-buahan berjumlah 7 (tujuh) besar dan 1 (satu) kecil yang melambangkan 7 kecamatan dan 1 kecamatan pembantu
- Padi berjulah 50 (lima puluh) butir melambangkan 50 Kelurahan/Desa
f. Tali simpul berjumlah 10 (sepuluh) yang mengikat ujung tangkai padi dan buah-buahan melambangkan tanggal Hari Jadi, 3 (tiga) buah anak tangga menyangga bambu runcing melambangkan Bulan Hari Jadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bekasi.
g. 2 (Dua) baris Gelombang Laut atau Riak Air melambangkan dinamika Mayarakat dan Pemerintah daerah yang tidak akan pernah berhenti membangun daerah dan Bangsanya.
Kuning : Kemuliaan dan menunjukkan daerah Permukiman.
Biru Langit : Keluasan wawasan dan kejernihan pikiran serta menunjukkan zone industri.
Putih : Kesucian perjuangan
Merah : Keberanian untuk berkorban serta menunjukkan daerah perdagangan dan jasa.
Hijau Muda : Harapan masa depan serta menunjukkan daerah Pertanian dan Hortikultura.
Hitam : Ketegaran patriot sejati. Read More......
28 November 2009
ARTI LAMBANG TERATAI
Setangkai bunga teratai yang mekar dan dikelilingi oleh gelang rantai, yang mana rantainya berbentuk bulat dan belah ketupat, berjumlah 16 mata rantai bulat dan 16 mata rantai belah ketupat.
Makna dari lambang tersebut adalah :
a. Lambang berupa bunga teratai yang tumbuh dari lumpur (tanah) dan berkembang di atas air, hal ini bermakna bahwa anggota Paskibraka adalah pemuda yang tumbuh dari bawah (orang biasa) dari tanah air yang sedang berkembang dan membangun.
b. Bunga teratai berdaun bunga 3 (tiga) helai tumbuh ke atas (mahkota bunga), bermakna belajar, bekerja, dan berbakti.
c. Bunga teratai berkelopak 3 (tiga) helai mendatar bermakna aktif, disiplin, dan gembira.
d. Mata rantai berkaitan melambangkan persaudaraan yang akrab antar sesama generasi muda Indonesia yang ada di berbagai pelosok penjuru (16 penjuru arah mata angin) tanah air.
Rantai persaudaraan ini tanpa memandang asal suku, agama, status sosial, dan golongan, akan membentuk jalinan mata rantai persaudaraan yang kokoh dan kuat. Sehingga mampu menangkal bentuk pengaruh dari luar dan memperkuat ketahanan nasional, melalui jiwa dan semangat persatuan dan kesatuan yang telah tertanam dalam dada setiap anggota Paskibraka.
10 November 2009
Teori Prilaku
Teori Prilaku memfokuskan penelitiannya pada dua hal pokok, yaitu :
1. Prilaku Pemimpin
2. Penampilan dan Kepuasan Bawahan
Studi Teori Prilaku adalah berbagai macam prilaku pemimpin yang menimbulkan pengaruh terhadap penampilan dan rasa puas bawahan.
Kepemimpinan diidentifikasikan kedalam prilaku, yaitu :
1. Mengutamakan tugas ( Permphesis )
2. Bertenggang Rasa ( Consideration )
3. Membangkitkan kepercayaan ( Inspiration )
4. Penghargaan Dan Pengakuan ( Praise recoginition )
5. Kemnunglinan pemberian imbalan atau penghargaan ( Strukturing reward contigenties )
6. Partisipasi Pengambilan keputusan ( Decesion Participation )
7. Memberikan otonomi dan delegasi ( Autonomy Delegation )
8. Memberikan Klasifikasi peranan pemimpin ( Role Clarification )
9. Menetapkan tugas ( Goal Setting )
10. Pelatihan ( Training Coaching )
11. Penyebaran informasi ( Information Dissemination )
12. Pemecahan masalah ( Problem Solving )
13. Perencanaan ( Planing )
14. Koordinasi ( Coordination )
15. Fasilitas kerja ( Work Facilition )
16. Wakil organisasi ( Representation )
17. Menciptakan Suasana kerja ( Interaction Faciliuon )
18. Mengendalikan konflik ( Conflict Management )
19. Kritik, Disiplin ( Criticism, Discipline )
Teori Kontingensi
Seorang pemimpin yang baik menurut teori ini harus mampu membawa perilakunya sesuai dengan situasi, mampu melakukan bawahan sesuai dengan kebutuhan dan motif yang berbeda – beda.
Inti dari teori Kontigensi atau situasi adalah :
Perilaku pemimpin cenderung berbeda – beda dari situasi ke situasi yang lain tergantung kepada tingkat kedewasaan bawahan.
Empat ( 4) perilaku Kepemimpinan :
Direktif : Seorang pemimpin yang cenderung mengutamakan perintah, petunjuk dan pengawasan.
Konsultatif : Perilaku pemimpin yang cenderung bersikap melakukan komunikasi dua arah.
Memberikan kesempatan kepada bawahan untuk menyampaikan keluhan dan perasaan.
Partisipatif : Pemimpin makin mendengarkan secara intensif kepada bawahan serta menciptakan komunikasi dua arah yang makin meningkat.
Pemimpin turun kebawah bersama bawahan di dalam menentukan pengambilan keputusan
Delegatif : Pemimpin memberikan wewenang kepada bawahan untuk menyelesaikan tugas – tugas sesuai dengan kewenangannya, sebab bawahan dianggap telah memiliki kecakapan dan kepercayaan untuk memikul tanggung jawab.
26 Oktober 2009
TATA CARA MELIPAT DAN MEMBENTANG BENDERA
Teknik melipat bendera dan membentang bendera dibagi menjadi 2, yaitu :
1. Teknik lipat 3
2. Teknik lipat Genap
Dibawah ini akan dijelaskan tata cara melipat bendera dengan teknik lipat genap. Teknik lipat genap sering digunakan karena kemungkinan kesalahannya sangat kecil. Maksudnya genap disini adalah jumlah lipatannya dapat 4, 6, 8, 10, asalkan genap dan disesuaikan dengan panjang bendera.
Cara melipat Bendera
1. Patokan memegang bendera warna putih di tangan sebelah kanan dan warna merah di tangan sebelah kiri
2. Pembentang memegang bendera warna merah di tangan sebelah kanan dan warna putih di tangan sebelah kiri
3. Bendera direntangkan, kemudian dilipat menjadi dua bagian, bagian putih menghadap ke atas
4. Kemudian dilipat memanjang menjadi dua bagian lagi, warna putih berada di dalam tertutup warna merah
5. Pembentang melipat bendera menjadi beberapa bagian yang genap dengan arah zig – zag
6. Setelah menjadi beberapa bagian yang genap, lipat menjadi 2 bagian dengan arah horizontal ke dalam.
Cara Membentang Bendera
1. Pembentang, tangan kanan memgang bendera warna merah, tangan kiri memegang bendera warna putih
2. Patokan, tangan kanan memegang bendera warna putih, tangan kiri memegang bendera warna merah
3. Setelah itu pembentang mundur 3 (tiga) langkah, tangan masih dlam keadaan lurus
4. Setelah mundur 3 langkah, pembentang membentangkan bendera sedangkan patokan diam
TATA CARA PENGIBARAN & PENURUNAN BENDERA
Yang terlibat langsung dalam pengibaran terdiri dari tiga orang , yaitu :
· Pengerek ( sebelah kiri pasukan )
· Pembawa Bendera ( ditengah )
· Pembentang Bendera ( sebelah kanan pasukan )
1. Pengerek dan pembentang bendera memegang tali bersama – sama, bukan memegang tiangnya, punggung tangan yang memegang tali menghadap ke depan.
2. Kemudian pengerek bendera mulai membuka tali pada tiang, perhatikan cara membuka talinya.
3. Pengerek melihat keatas untuk menchek apakah talinya sudah benar ataukah terbelit.
4. Setelah posisi tali benar berikan / serahkan salah satu tali pada pembentang bendera.
5. Pengerek melakukan tindakan penyelamatan gaya tindakan penyelamatan ini bebas, yang penting adalah tali tersebut tidak terlepas dari tangan pengerek.
6. Selanjutnya pengerek bendera memasang catok pada bendera, catok yang sebelah atas ke bagian warna merah dan catok yang satu lagi ke bendera warna putih.
7. Kemudian pembentang menyerahkan tali yang dipegangnya ke pengerek.
8. Langkah selanjutnya adalah pembentangan
Pembentang mundur 3 langkah ke belakang, setelah tiga langkah ke belakang baru bendera dibentangkan.
Bersamaan dengan mundurnya pembentang, pengerek menarik tiga kali ( kondisikan )
Selanjutnya pembentang menolehkan kepala ke arah Pemimpin Upacara dan memberikan isyarat dengan lantang dan keras “ Bendera Siap “. Pemimpin Upacara memberi aba – aba penghormatan pada bendera merah putih.
9. Tindakan selanjutnya adalah pengerekan bendera
Pembentang maju kedepan dengan langkah yang tegap dan tangan yang masih membentangkan bendera, langkahnya tidak kaku, tidak santai, tidak asal – asalan, setelah sampai didepan tiang lemparkan ujung bendera berwarna putih ke arah belakang pembentang yang sesuai dengan arah angin.
Bendera dikerek seirama dengan lagu Indonesia Raya, posisi telapak tangan pengerek, pengulur, dan pembentang menggenggam. Keadaan tangan Pengerek dan pembentang pada saat pengerekan terlihat seperti cermin.
Bendera harus sudah sampai dipuncak tiang pada kata “ Hiduplah ……” bait terakhir dari Lagu Indonesia Raya.
Ketika aba – aba “ TEGAK = GERAK “ dari Pemimpin Upacara, maka Pengerek dan Pembentang langsung mendekatkan tangan pada tiang, dan tali dari Pembentang langsung diambil oleh pengerek.
10. Langkah yang terakhir adalah pengikatan tali pada tiang.
Pengikatan tali ini dilakukan oleh Pengerek
Yang harus diperhatikan dalam pengikatan tali ini adalah posisi bendera yang telah berada diatas tidak boleh turun kembali, sehingga bagian tali yang berada di tangan pengerek harus diikatkan terlebih dahulu dengan kuat, kemudian kedua tali diikatkan sampai tali tersebut habis.
Catatan :
Kata yang dicetak tebal dan digaris bawahi 10 tahapan penaikan bendera yang harus tersusun dan tidak boleh terlewat.
10 Tahap Penurunan Bendera
1. Memegang tali
2. Membuka tali
3. Penggerek melihat keatas
4. Serahkan tali dari pengerek ke pembentang
Pembentang memberikan isyarat dengan lantang dan keras “Bendera Siap”
5. Penurunan Bendera
Pembentang menarik tali dan pengerek mengulur dengan sedikit menahannya agar tidak terlalu cepat turun ke bawah
6. Serahkan tali dari pembentang ke orang yuang ditengah.
Pembentang mengambil ujung bendera, dan mulai mundur sampai bendera terbentang.
7. Membentangkan bdenra sampai aba – aba dari Pemimpin Upacara “ TEGAK =GERAK “. Pembentang dan Pembawa bendera melipat bendera menjadi dua bagian dengan warna putih menghadap ke arah pasukan.
8. Pembawa Bendera melakukkn tindakan penyelamatan pada tali.
9. Pembawa Bendera ( satu orang ditengah ) membuka catok tali dan bendera.
10. Serahkan tali tersebut kepada pengerek untuk diikat
Ketika pengerek mengikat tali pada tiang, pembawa bendera dan pembentang melakukan pelipatan bendera.
Pelipatan bendera ini bebas, asalkan rapih dan cepat.
Read More......
02 Juli 2009
ARTI
Tata : mengatur, menata, menyusun
Upa : rangkaian
Cara : tindakan, gerakan
Jadi Tata Upacara Bendera adalah tindakan dan gerkan yang dirangkaikan dan ditata dengan tertib dan disiplin. Pada hakekatnya upacara bendera adalah pencerminan dari nilai-nilai budaya bangsa yang merupakan salah satu pancaran peradaban bangsa, hal ini merupakan ciri khas yang membedakan dengan bangsa lain.
SEJARAH
Sejak zaman nenek moyang bangsa Indonesia telah melaksanakan upacara, upacara selamatan kelahiran, upacara selamatan panen.
DASAR HUKUM
1. Pancasila
2. UUD 1945 (tentang Sistem Pendidikan Nasional)
3. Inpres No. 14 tahun 1981 (tentang Urutan Upacara Bendera)
MAKSUD DAN TUJUAN
a. untuk memperolah suasana yang khidmat, tertib, dan menuntut pemusatan perhatian dari seluruh peserta, maka disusunlah petunjuk pelaksanaan kegiatan ini.
b. menjadikan sekolah memiliki situasi yang dinamis dalam segala aspek kehidupan bagi para siswa, guru, pembina dan kepala sekolah. Sehingga sekolah memiliki daya kemampuan dan ketangguhan terhadap gangguan-gangguan negatif baik dari dalam maupun luar sekolah, yang akan dapat mengganggu kelancaran proses belajar mengajar di sekolah.
PEJABAT UPACARA
a. Pembina Upacara
b. Pemimpin Upacara
c. Pengatur Upacara
d. Pembawa Upacara
PETUGAS UPACARA
a. Pembawa naskah Pancasila
b. Pembaca Teks Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
c. Pembaca Do’a
d. Pemimpin Lagu
e. Kelompok Pengibar / Penurun Bendera
f. Kelompok Pembawa Lagu
g. Cadangan tiap perangkat
PERLENGKAPAN UPACARA
1. Bendera Merah Putih
Ukuran perbandingan 2 : 3
Ukuran terbesar 2 X 3 meter
Ukuran terkecil 1 X 1,5 Meter
2. Tiang Bendera
Minimal 5 meter maksimal 17 meter
Perbandingan bendera dengan tiang 1 : 5
3. Tali Bendera
Diusahakan tali yang digunakan adalah tali layar dan bukan tali plastik
4. Naskah-naskah
- Pancasila
- Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945
- Naskah Do’a
- Naskah Acara
Read More......
29 Juni 2009
duh... duh... duh... anak pastra ganteng-ganteng dan cantik-cantik juga ya kalau sudah mengunakan Pakaian Seragam Khusus, dan bagi pembaca yang setia berikut ini adalah salah satu pakaian seragam khusus yang di miliki pasukan strategi SMK Binakarya Mandiri Kota Bekasi dan pakaian ini adalah pakaian yang biasanya di gunakan oleh paskibra smk binakarya mandiri Kota Bekasi dalam mengikuti acara perlombaan.
19 Juni 2009
1. JAMBUL yang terdapat pada burung garuda yang berjumlah 3 melambangkan bahwasanya Pasukan Strategi (PASTRA) SMK Binakarya Mandiri Kota Bekasi Didirikan pada bulan Ke-3 yaitu bulan Maret.
2. SAYAP yang terdapat pada burung garuda yang berjumlah 11 melambangkan bahwasanya Pasukan Strategi (PASTRA) SMK Binakarya Mandiri Kota Bekasi didirikan pada tanggal 11.
3. BULU yang terdapat pada leher burung garuda yang berjumlah 26 melambangkan bahwasanya Pasukan Strategi (PASTRA) SMK Binakarya Mandiri Kota Bekasi didirikan pada tahun 2006.
4. BURUNG GARUDA adalah burung yang suci yang dijadikan lambang Negara Kesatuan Republik
5. Sesanti “PASTRA” adalah nama kesatuan PASKIBRA SMK Binakarya Mandiri Kota Bekasi.
6. PITA MERAH PUTIH di kiaskan sebagai pengikat tali persaudaraan Pasukan Strategi (PASTRA) SMK Binakarya Mndiri Kota Bekasi.
7. GUCI di kiaskan sebagai tempat/wadah nya ilmu yang suci.
8. TERATAI
Teratai adalah tanaman yang dapat tumbuh di dua tempat, yaitu darat dan air. Maksudnya bahwa anggota Paskibrak itu harus siap dalam melaksanakan tugas diman saja. Mata Rantai
Terdiri dari lingkaran dan belah ketupat yang berarti persatuan, kebersamaan dan keluargaan. Belah ketupat bermakna anggota Paskibra putra yang berjumlah 16 dan lingkaran bermakna anggota Paskibra putri yang berjumlah 16, serta membentuk lingkaran yang menandakan arah mata angin. Maksudnya adalah bahwa anggota Paskibraka yang terdiri dari putra dan putri yang berasal dari berbagai daerah di Nusantara dan saling bersatu. Bagian Teratai 3 buah kelopak bunga yang menjulang keatas dari kiri ke kanan, bermakna anggota Paskibra itu disiplin, aktif dan gembira. 3 buah kelopak bunga yang mendatar dari kiri kekanan, bermakna anggota Paskibra itu belajar berbakti dan bekerja. Tangkai bunga bermakna bahwa anggota Paskibra itu muncul dari ketidaktahuan menjadi tahu. Dan bagi Pasukan Strategi (PASTRA) SMK Binakarya Mandiri Kota Bekasi sendiri lambang ini kita kutip karena Pasukan Strategi (PASTRA) SMK Binakarya Mandiri Kota Bekasi juga di bawah naungan Paskibraka Kota Bekasi.
9. PADI DAN KAPAS
melambangkan kemakmuran dan kesejahteraan Pasukan Strategi (PASTRA) SMK Binakarya Mnadiri Kota Bekasi dan seluruh Anggota yang selalu bekerjasama dalam mewujudkan kemakmuran Organisasi secara adil dan Bijaksana.
10. BENTENG melambangkan bahwasanya Pasukan Strategi (PASTRA) SMK Binakarya Mandiri Kota Bekasi memiliki kekuatan dan keteguhan dimana seluruh komponen anggotanya siap menghadapi berbagai bentuk rintangan dan teguh dalam memperjuangkan kejayaan dan kemakmuran
11. Sesanti “PASUKAN PENGIBAR BENDERA” melambangkan bahwa sebuah pasukan yang menjunjung tinggi tugas yang mulia yaitu mengibarkan bendera merah putih.
MERAH melambangkan keberanian bahwasanya Pasukan Strategi (PASTRA) SMK Binakarya Mandiri Kota Bekasi Memiliki keberanian dalam membela kebenaran.
KUNING EMAS melambangkan keagungan bahwasanya Pasukan Strategi (PASTRA) SMK Binakarya Mandiri Kota Bekasi hanya mengagungkan 1 Tuhan.
HITAM melambangkan keteguhan bahwasanya Pasukan Strategi (PASTRA) SMK Binakarya Mandiri Kota Bekasi memiliki keteguhan hati dalam menentukan sikap dan prilaku
PUTIH melambangkan kesucian bahwasanya Pasukan Strategi (PASTRA) SMK Binakarya Mandiri Kota Bekasi menyelaraskan antara dunia dan akhirat.
HIJAU melambangkan kemakmuran bahwasanya Pasukan Strategi (PASTRA) SMK Binakarya Mandiri Kota Bekasi memiliki jiwa sosial yang tinggi terhadap lingkungan nya
16 Juni 2009

Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia dikumandangkan pada hari Jum’at tanggal 17 Agustus 1945, pukul 10.00 di Jalan Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta. Setelah pernyataan kemerdekaan tersebut, untuk pertama kalinya secara resmi Bendera Kebangsaan Merah Putih dikibarkan oleh Latief Hendaningrat dan Suhud. S. Bendera tersebut merupakan hasil jahitan Ibu Fatmawati Soekarno dan selanjutnya bendera inilah yang disebut “Bendera Pusaka”Bendera Pusaka berkibar siang dan malam ditengah hujan, tembakan sampai Ibukota Republik Indonesia dipindahkan ke Yogyakarta pada tahun 1946.Pada tahun 1948 Belanda melancarkan agresi militernya. Pada waktu itu Ibukota RI berada di Yogyakarta, Bapak Husein Mutahar (Bapak Paskibraka-red) ditugaskan oleh Presiden Soekarno untuk menyelematkan Bendera Pusaka. (Penyelematan Bendera tersebut merupakan salah satu bagian dari sejarah untuk menegakan berkibarnya Sang Merah Putih di persada Ibu Pertiwi)Untuk menyelamatkan Bendera Pusaka tersebut terpaksa Bapak Husein Mutahar harus memisahkan antara bagian yang merah serta putihnya. Akhirnya dengan bantuan Ibu Perna Dinata benang jahitan diantara Bendera tersebut berhasil dipisahkan. Selanjutnya kedua bagian tersebut masing-masing di simpan sebagai dasar pada kedua tas Bapak Husein Mutahar yang selanjutnya tas tersebut diisi dengan pakaian serta perlengkapan pribadi miliknya. Hal ihwal Bendera tersebut dipisahkan, karena pada waktu itu beliau mempunyai pemikiran bahwa setelah dipisah Bendera tersebut tidak lagi dapat dikatakan Bendera karena hanya sebatas secarik kain. Hal ini dilakukan guna menghindari penyitaan dari pihak Belanda.Tak lama setelah Presiden menyerahkan Bendera Pusaka, Beliau ditangkap dan diasingkan oleh Belanda bersama Wakil Presiden beserta staf kepresidenan lainnya ke Muntok, Bangka Sumatera. Sekitar pertengahan bulan Juni 1948 Bapak Husein Mutahar menerima berita dari Bapak Soejono , isi pemberitahuan itu yakni adanya surat pribadi Presiden pada dirinya yang pada pokoknya Presiden memerintahkan Bapak Husein Mutahar guna menyerahkan kembali Bendera Pusaka kepada Beliau dengan perantaraan Bapak Soejono yang selanjutnya Bendera Pusaka tersebut dibawa serta diserahkan kepada Presiden ditempat pengasingan (Muntok, Bangka).Setelah mengetahui hal tersebut, dengan meminjam mesin jahit milik isteri seorang dokter, Bendera Pusaka yang terpisah menjadi dua bagian tersebut disatukan kembali persis pada posisinya semula, akan tetapi sekitar 2 cm dari ujung Bendera ada sedikit kesalahan jahit.Selanjutnya Bendera tersebut di serahkan kepada Bapak Soejono sesuai dengan isi surat perintah Presiden.










Read More......















